Sunday, June 1, 2014

Resume Seminar: Aku Hebat, Karena Ayah Ibuku Hebat

Judul seminarnya wow banget,  karena untuk mencetak anak "hebat",  harus ada pengajar yang hebat juga. Seminar ini diadakan oleh ikatan koperasi karyawan PT. Semen Gresik, narasumbernya bunda Neno Warisman.

Termasuk seminar yang besar untuk ukuran Gresik,  apalagi narasumbernya juga cukup terkenal tidak hanya didunia dakwah tapi juga parenting. Selama seminar,  bunda Neno menekankan pentingnya peranan ayah dalam pendidikan karaktek anak,  disamping ibu sebagai pendamping sehari-hari anak. Bahkan buklet yang dibagikan sebagai seminar kit juga berisi berbagai kisah inspiratif ayah-ayah hebat dari orang-orang hebat di tanah air.




Ga pakai panjang,  langsung aja yah berikut ini resume singkatnya *seingetnya dan se-yang ketulis sama peserta ini,  he..he..he..*


Tipe rumah tangga ada 5,  yaitu:

1. Rumah tangga rumah sakit
Di dalam rumah tangga tersebut ayah dan ibu saling menyakiti. Ibu sering melontarkan kata-kata kasar,  ayah sering melakukan kekerasan,  akibatnya anak menjadi pribadi yang keras hatinya maupun perilakunya.

2. Rumah tangga pasar
Orang tua selalu menuruti keinginan anak,  agar anak tidak rewel ataupun mengganggu aktivitasnya, sehingga anak terbiasa menuntut dan selalu minta imbalan jika melakukan hal sesuai keinginan orang tuanya.

3. Rumah tangga kuburan
Didalam rumah tangga tersebut,  masing-masing penghuninya saling diam tanpa komunikasi yang intensif. Sehingga anak kurang mendapatkan teladan dan pendidikan karakter dari orang tuanya.

4. Rumah tangga sekolah
Rumah tangga dimana setiap anggota keluarganya saling menimba ilmu,  ayah dan ibu membekali diri dengan ilmu,  anak mendapatkan pelajaran yang maksimal dari orang tuanya,  akhirnya akan bisa melahirkan anak-anak yang hebat.

5. Rumah tangga mesjid Allah
Pada rumah tangga ini didalamnya terdapat orang-orang yang mendidik anak tanpa membuat mereka menjadi bangga terhadap diri mereka sendiri,  sehingga anak tidak akan menjadi anak yg serba korektif,  sedikit-sedikit memprotes pola asuh orang tuanya. Selalu menekankan kisah Rasulullah sebagai pendidik terbaik sepanjang masa.

Mendidik anak dengan bekal yg biasa akan menghasilkan anak yang biasa-biasa juga,  baik akhlaknya,  karakternya maupun skill-nya. Jika berbekal sesuatu yg berbeda akan menghasilkan anak yg berbeda.

Anak yang hebat akan memiliki hati yang sederhana, dia akan melihat segala hal menjadi penting bukan hanya melihat hal-hal yang menurut orang kebanyakan orang adalah hal penting. Sebagai contoh Zaid bin Haritzah,  anak budak hitam yg diangkat menjadi anak dan dididik oleh Rasulullah SAW, akhirnya menjadi seorang jendral yang hebat. Sungguh tidak ada teladan ayah yang lebih baik selain Rasulullah SAW.

Seorang ibu yg hebat akan:
1. Memberikan nutrisi yang baik
Pesannya bunda Neno sih batasi (bahkan kalau bisa malah jangan pernah) pemberian gula pasir gantikan dengan gula aren, batasi pemberian mentega, minyak goreng dan tepung terigu ---> alamak ini mah berrrat untuk saya! Ok abaikan intermezzo ini:-D

2. Menggunakan kata-kata yang baik dan lembut kepada anak-anaknya
Terutama pada 7 tahun pertama kehidupan anak,  seorang ayah dan ibu tidak boleh marah kepada anaknya, selalu hindari pukulan,  ancaman bahkan kekerasan selalu gunakan kata-kata yang lembut. Karena kekerasan dari orang tua akan melahirkan sikap agresif pada anak.

Berikut ini tahapan pendidikan ala Rasulullah SAW:

0-7 tahun       : perlakukan anak sebagai raja dan berikan yg terbaik untuknya.
7-14 tahun    : didik anakmu sebagai pembantumu
14-21 tahun  : didik anakmu sebagai dutamu atau penggantimu

Dorong anak-anak untuk menjadi apa saja sesuai yang mereka cita-citakan,  orang tua yang hebat adalah yang menanamkan mimpi besar pada anak-anaknya dan memberikan stimulasi serta dukungan yang maksimal agar anak mencapai mimpinya tersebut.

Di akhir seminar,  bunda Neno mengingatkan untuk selalu menceritakan kisah keteladanan Rasulullah dalam membina rumah tangganya,  disertai kisah-kisah sahabat Rasulullah untuk menjadikan Rasul sebagai idola anak-anak. Buku yang tepat dan sesuai dengan format yang disukai anak-anak adalah buku Muhammad Teladanku dari penerbit Sygma Publishing,  bukunya full color dengan gambar-gambar yang menarik serta penjelasan shirah dengan bahasa yang mudah dimengerti anak. Btw,  ini promosi tak berbayar,  he..he..he..


Kakak baru dibacakan sampai buku ke-11 udah mulai ga fokus,  mungkin karena dia bingung dengan nama-nama yang panjang. Gara-gara seminar ini saya jadi diingatkan untuk mulai lagi membacakan  buku ini,  apalahi dik Thia belum pernah dibacakan sama sekali. Secara keseluruhan buku ini memang recommended untuk menarik minat anak-anak dengan sejarah Rasulullah-nya. Harganya memang lumayan mihil,  tapi sepadan dengan ilmunya dan bisa dicicil juga,  he..he..he...  . Kalau berminat dengan buku Muhammad Teladanku diatas,  buka saja websitenya sygma publishing.

Roti Keju

Sabtu ini karena kakak libur sekolah kita seharian di rumah,  asyik juga sih jadi irit pengeluaran,  karena kalo keluar rumah meski cuma jemput kak Afa pulang sekolah, pulangnya suka mampir jajan bakso dulu.

Pas banget di rumah lagi ga ada cemilan akhirnya bikin roti keju atas rikues kakak *adik Thia sih ga perlu ditawari, apa-apa doyan :-)*. Bikinnya agak kesiangan jadi sempet bikin dik Thia rewel,  karena doi minta dikeloni ibu ga mau sama si Ayah,  padahal ibu lagi tanggung ngisi bahan isian keju ke adonannya.

Resepnya pakai resep roti manis bu Fat,  dengan diisi campuran butter dan keju cheddar parut.


Roti Keju
Resep asli: Fatmah Bahalwan

Bahan A:
500 gr terigu protein tinggi
11 gr ragi instan
100 gr gula pasir
4 butir kuning telur
200 ml air es

Bahan B:
100 gr margarin
1/4 sdt garam

Bahan C (isian,  aduk rata):
100 gr butter
100 gr keju cheddar,  parut halus

Cara membuat:
  1. Campur bahan A,  uleni sampai kalis,  tambahkan bahan B uleni sampai kalis elastis, bulatkan adonan. Tutupi wadah adonan dengan serbet basah atau plastik cling wrap diamkan sampai mengembang 2 kali lipat.
  2. Kempiskan adonan,  bagi dan timbang adonan masing-masing 40 gr,  bulatkan,  diamkan 10 menit.
  3. Isi masing-masing bulatan dengan bahan isian,  bulatkan lagi,  diamkan 10 menit.
  4. Poles atasnya dengan kuning telur taburi sedikit parutan keju cheddar,  panggang dengan api sedang selama 15-20 menit. Ketika matang,  olesi atasnya dengan butter,  sajikan.



Pas baru mateng,  aroma rotinya wangi butter,  rasanya juga cheesy meski isiannya kurang banyak, karena takut mbleber (apa ya bahasa Indonesianya?! Luber kali ya),  soalnya pas diisi bahan isian adonannya jadi agak lembek.

Anak-anak suka,  empuk dan gurih rotinya,  sampai pas makan malam agak ogah-ogahan makan nasi karena keburu kenyang ngemilin roti keju.

Monday, May 26, 2014

Simple Pizza Tuna Mayo

Disebut simple karena bahannya ga neko-neko,  dan saya ga ngasih taburan sayur sama sekali… eh ada bawang bombay ding kalau bisa disebut sayur :-)

Resepnya nyontek dari blog mbak ricke,  dengan mengeliminasi beberapa bahan karena tidak ada di rumah. Cukup puas dengan pizza ini,  meski crust-nya agak keras karena kelamaan manggang dan mozarellanya kurang melimpah. Duo krucils sekarang udah doyan banget sama pizza,  jadi pizza ini dimakan untuk snack siang dan sisanya untuk dinner keluarga kami hari ini,  he..he..he...




Pizza Tuna Mayo
Resep asli: Ricke

Bahan Crust Pizza:
220 ml air hangat
8 gr ragi instan
1 sdt gula pasir
200 gr terigu protein tinggi
175 gr terigu protein sedang
1/4 sdt garam
2 1/2 sdm minyak zaitun atau minyak sayur

Bahan saus tomat:
250 gr tomat,  cuci bersih kemudian rebus sampai kulitnya mengelupas,  haluskan
100 gr pasta tomat
3 siung bawang putih,  cincang halus
1/2 buah bawang bombay,  cincang kasar
1 sdt oregano
1/2 sdt thyme
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
1/2 sdt merica
Minyak/margarin secukupnya untuk menumis

Bahan topping:
Tuna kaleng --> saya pilih yang tuna in olive oil
Bawang bombay,  iris tipis
Keju mozarella
Mayoneise secukupnya

Cara membuat saus tomat:
Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum, masukkan tomat yang sudah dihaluskan dan pasta tomat,  aduk rata,  tambahkan oregano,  thyme, garam dan merica,  aduk rata. Masak sampai agak kental. Matikan api,  dinginkan saus.

Cara membuat pizza crust:

  1. Larutkan ragi instan dan gula pasir kedalam 75 ml air hangat,  aduk rata. Diamkan sampai keluar busa (kurang lebih 10 menit)
  2. Dalam sebuah baskom,  tuang terigu protein tinggi dan protein sedang,  buat bulatan di tengah baskom,  tuangkan larutan ragi,  sambil diuleni. Masukkan sisa air hangat,  uleni terus sampai kalis. 
  3. Masukkan minyak zaitun,  uleni sampai kalis elastis. Diamkan adonan sampai mengembang dua kali lipat (60-90 menit).
  4. Kempiskan adonan,  giling tipis setebal 0.5 cm atau cukup ditekan-tekan melebar kesamping loyang pizza. Tusuk-tusuk dengan garpu atau tusuk gigi,  diamkan 10 menit.
Penyelesaian:
Oleskan minyak zaitun/minyak sayur tipis-tipis diatas adonan crust,  oleskan saus tomat merata,  taburi keju mozarella diatasnya. Tambahkan tuna yang sudah dicincang kasar,  ratakan. Tata irisan bawang bombay,  semprotkan mayoneise diatasnya. Panggang selama 15 menit atau sampai matang dengan api sedang. Sajikan selagi hangat.


Pinggirannya terlihat tebal karena saya lipat sedikit untuk menyisipkan potongan keju mozarella, biar kayak stuff crust-nya p**za h*t, tapi karena ngasihnya pelit bin tipis jadi keju mozarellanya kurang nampol. Overall… pizza tuna mayo lezatoos,  gak kalah enak sama pizza daging saus bologneise.





Saturday, May 24, 2014

Hepi 6th Milad, Kakak Afa!

Aaah… postingan ini harusnya publish 2 minggu yang lalu,  tapi saya ketiduran ditengah-tengah ngedit dan lupa ga buka-buka blog lagi,  alhasil baru hari ini bisa publish,  horayy!

Tanggal 11 mei yang lalu alhamdulillah kakak genap usia 6 tahun,  aduuh ga nyangka anak mungil ini udah gede T_T. Udah pinter ngaji,meski di TPA masjid baru jilid 4,  tapi di rumah udah mau baca Al Quran langsung. Suka nulis ulang yang ada di buku cerita atau kalau ga nulis biodata,  mulai nama lengkap sampai nama orang tua dan adik,  itu aja terus diulang-ulang nulisnya. Suka baca buku,  meski akhirnya tetep ibu disuruh bacain lagi apa yang udah dia baca.

Alhamdulillah semakin gede kakak semakin asyik diajak kerjasama,  ngambekan masih tetep ya… tapi udah bisa menyalurkan emosinya dengan aman *biasanya lari ngumpet ke kamar sambil nangis sesenggukan,  he..he..he..* Tapi kalau masalah berantem sama adik masih rutin,  dalam sehari pasti ada aja salah satu yang nangis atau teriak-teriak heboh kalau lagi musuhan.

Di milad kakak kali ini cakenya lebih simpel dari tahun sebelumnya,  ibu udah kapok sok-sokan bikin cake 3D pake fondant,  karena berakhir dengan figurine atau karakter kartunnya bentuknya jauh dari bentuk aslinya*tahun kemarin bikin mickey mouse dan kawan-kawan,  mukanya si mickey tua banget,  karakter lain lebih parah, makanya ga di aplot di blog :-)*

Awalnya rikues princess Sofia 3D,  tapi langsung ditolak ibu*sadar diri* akhirnya doi bilang terserah ibu asal jangan hias buah-buahan. Pilihan ibu jatuh ke hello kitty 2D  setelah googling kayaknya lumayan simple,  dan yang penting ga ribet bikinnya karena si adik udah pinter ngerusuhin dan ayah menyerah ga bisa ngekepin adik biar ga ikutan uwel-uwel fondant.



Cover fondant yang mengelilingi cakenya pada beberapa bagian ada yang melorot karena ganache yang melapisi cakenya udah agak lumer,  jadinya ada beberapa bagian yang ga rata dan menggelembung. Makanya habis difoto langsung dimasukkan kulkas, meski konon katanya fondant musuhan sama kulkas tapi cari amannya saja biar ganachenya ga makin lumer.




Sebenernya foto diatas diambil pas lagi rusuh, buru-buru mau anterin kakaknya les berenang tapi pengin bawa bekal kuenya. Akhirnya pakai baju cantik sebentar buat foto-foto,  habis itu dilucuti ganti baju renang trus langsung cabut berenang!

Selamat hari lahir putriku sayang,
Semoga langkah-langkahmu kedepan selalu mendapatkan petunjuk dari Allah
Jadilah anak yang berani berkata tidak jika itu tidak sesuai dengan hati nuranimu
Peluk dan cium sayang dari Ayah, Ibu dan dik Thia :-)

Thursday, May 8, 2014

Pillow Talk

Tahu istilah ini setelah menikah, ya iyalah...namanya juga pillow talk berarti ngobrol sambil peluk bantal, he..he..he.. Ga ding, jadi pillow talk ini semacam obrolan atau curhatan istri ke suami atau sebaliknya*kalo di rumah saya, seringnya istri yang ngoceh* malam-malam pas para krucils sudah terlelap.

Nah, tumben-tumbenan nih pak suami alias ayah yang curhat, biasanya kan ibu yg ngeluh atau sekedar cerita tentang anak-anak dan temen-temen ibu. Ceritanya sih bikin si istri mellow galau, tapi si suami udah nge-warning kalo doi sekedar cerita ga butuh solusi. Soalnya nih ya solusinya yang ditawarkan istri biasanya ga solutif, alias malah bikin rusuh, huehehe...

Terkadang laki-laki juga butuh didengarkan saja curhatannya dan ga butuh solusi, ga cuma perempuan aja. Karena selama ini ada pendapat kalo perempuan itu dikit-dikit curhat ga penting, dikit-dikit galau. Padahal sebenernya cuma butuh orang untuk mendengarkan kisahnya. Terlebih untuk ibu rumah tangga yang ga gaul alias ga punya banyak temen macam eike:-D.

Udah aah, sekalinya apdet blog isinya mellow galau. Blognya kelamaan dianggurin sih padahal tahun kemarin tiap bulan rajin posting, tahun ini harus rajin juga. Ok, mari kita pikirkan tema birthday cake kakak Afa untuk posting berikutnya;-).

Sunday, April 20, 2014

Pisang Bolen Coklat Keju

Lamaa banget ga apdet blog,  debunya udah tebel. Lagi seneng jadi silent reader blog orang atau status orang di facebook,  bahkan di grup whatsapp juga lagi suka nyimak, ikutan nimbrung kalau ada topik yang menarik aja.

Pisang bolen ini sebenarnya bikinnya udah lama,  tapi yaa karena si malas tadi jadi baru masuk blog sekarang. Pas liat fotonya juga merasa kurang puas,  jepretan udah berkali-kali tapi banyak yang blur atau cahayanya ga oke.

Back to bolen pisang,   resepnya saya nyontek dari blog mbak Vivi,  yang udah menyebar dari blog ke blog,  artinya jaminan mutu hasilnya pasti mantap. Kalaupun bentuk ataupun fotonya ga secantik punya mbak Vivi itu sih masalah jam terbang,  huehehehe...




Bolen Pisang Coklat Keju
Resep asli: Vivi

Bahan A:
100 gr terigu protein tinggi
1 sdm minyak goreng
75 gr margarin

Bahan B:
200 gr terigu protein tinggi
30 gr gula tepung --> saya pakai gula pasir yang diblender
80 ml air
75 gr margarin

Bahan isi:
2-3 buah pisang tanduk yang besar,   potong-potong jadi 4 kemudian masing-masing potongan dibelah dua
100 gr keju chedar,  potong kotak tipis
100 gr DCC

Bahan olesan:
2 butir kuning telur
1 sdm susu UHT

Cara membuat:

  1. Aduk rata bahan A,  bentuk bulat,  diamkan 10 menit
  2. Aduk rata bahan B sampai setengah elastis,  bulatkan,  diamkan 15 menit.
  3. Bagi adonan A menjadi 15 bagian,  masing-masing dibulatkan. Bagi juga adonan B menjadi 15 bagian,  masing- masing dibulatkan.
  4. Giling adonan B memanjang,  letakkan adonan A diatas adonan B. Lipat adonan B menutupi adonan Aseperti melipat amplop.
  5. Giling tipis adonan memanjang,  gulung memanjang,  kemudian giling yipis lagi. Ulangi proses tsb dua kali sampai semua adonan habis. Diamkan 15 menit.
  6. Giling adonan bolen melebar,  letakkan satu belah potongan pisang,  taruh potongan keju dan DCC tutupi dengan belahan pisang yang lain. Lipat adonan bolen seperti amplop. Rapikan. Olesi atasnya dengan bahan olesan. Tata di loyang datar yang disemir margarin.
  7. Panggang selama 25 menit dengan suhu 180°C.



Pastikan ketika melipat rapat adonan yang terisi pisang,  karena beberapa hasil buatan saya lipatannya kurang rapat sehingga DCC-nya meluber dan jadinya lengket plus gosong. Rasanya enaak… alhamdulillah ludes dalam sekejap,  niatnya untuk bekal snack di kantor ga jadi deh.

Monday, March 17, 2014

Cara Menyimpan Adonan Roti

Pas bikin roti boy homemade kemarin, prosesnya sempat terhenti karena saya harus nganter yangkungnya duo krucils ke rumah temannya di Surabaya. Kalau ke Surabaya ga mungkin sekedar antar yangkung dong, sekalian juga kami wisata kuliner*wiken waktunya libur masak!* jadi nyampe rumah pasti siang/sore.

Nah, untuk menyimpan adonan roti caranya sbb:
  1. Proofing adonan sampai mengembang 2x lipat. Lalu kempiskan dan bulatkan.
  2. Siapkan plastik cling wrap, bungkus rapat adonan yang sudah dibulatkan dengan plastik cling wrap, sebaiknya didobel plastiknya biar ga sobek. 
  3. Taruh di dalam baskom besar jika adonan akan dipakai dalam waktu kurang dr 24 jam. Jika akan  disimpan lebih dari 24 jam, masukkan adonan yang sudah dilapisi cling wrap kedalam wadah kedap udara yang besar (misalnya tupperware) dan tutup rapat. Simpan didalam freezer.

Adonan akan tetap mengembang selama beberapa saat ketika didalam freezer tapi kemudian raginya akan tidur, sehingga proses mengembangnya berhenti. Jika adonan akan digunakan, keluarkan dari freezer, biarkan dalam suhu ruang (thawing) sampai tidak beku. Kempiskan adonan, lanjutkan dengan proses proofing kedua (dibagi-bagi dan didiamkan lagi sampai mengembang sebelum dipanggang).